ولقد ذرأنا لجهنم كثيرا من الجن والإنس لهم قلوب لا يفقهون بها ولهم أعين لا يبصرون بها ولهم آذان لا يسمعون بها أولئك كالأنعام بل هم أضل أولئك هم الغافلون

Rabu, 19 April 2017

Bab IV



MEMAHAMI INDUK-INDUK AKHLAK TERPUJI

1. Hikmah

a. Pengertian Hikmah dan Ruang Lingkupnya Menurut Al-Maraghi dalam kitab Tafsirnya, menjelaskan al-Hikmah sebagai perkataan yang tepat lagi tegas yang  diikuti dengan dalil-dalil yang dapat menyingkap kebenaran dan melenyapkan keserupaan. 
b.  Anjuran memiliki Hikmah
Agar manusia memiki disiplin ilmu yang mampu menjawab segala persoalan.
c.   Keutamaan Hikmah
1) Memiliki rasa percaya diri dalam melaksanakan kebenaran ataupun keadilan,
2) Menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal utama yang terus dikembangkan,
3) Mampu berkomunikasi denga orang lain dengan beragam pendekatan.
4) Memiliki semangat juang yang tinggi untuk mensyiarkan kebenaran.
5) Menantisa berpikir positif untuk mencari solusi dari semua  persoalan.

2.  Iffah
a.   Pengertian
Secara etimologis, ‘iffah adalah bentuk masdar dari affa-ya’iffu-‘iffah yang berarti menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik. Dan juga berarti kesucian tubuh. Secara terminologis, iffah adalah memelihara kehormatan diri dari segala hal yang akan merendahkan, merusak dan menjatuhkannya.
b.  Iffah dalam Kehidupan
c.   Keutamaan 
diri dari perkara-perkara yang dihalalkan ataupun diharamkan walaupun jiwanya cenderung kepada perkara tersebut dan menginginkannya.

3.  Syaja’ah
a. Pengertian Syaja’ah
Secara etimologi kata al-syaja’ah berarti berani antonimnya dari  kata al-jabn yang berarti pengecut. Sisi positif dari sikap berani yaitu mendorong seorang muslim untuk melakukan pekerjaan berat dan mengandung resiko dalam rangka membela kehormatannya. 
b. Penerapan Syaja’ah Dalam Kehidupan
Sumber keberanian yang dimiliki seseorang diantaranya yaitu;
1)  Rasa takut Kepada Allah Swt.
2)  Lebih mencintai Akhirat daripada dunia,
3)  Tidak ragu-ragu, berani dengan pertimbangan yang matang.
4) Tidak menomor satukan kekuatan materi,
5).  Tawakal dan yakin Akan Pertolongan  Allah,

4. ’Adalah
A.   Pengertian
Berlaku adil adalah memperlakukan hak dan kewajiban secara seimbang, tidak memihak, dan tidak merugikan pihak mana pun.
Adil dapat berarti tidak berat sebelah serta berarti sepatutnya, tidak sewenang-wenang.
B.  Kedudukan dan Keutamaan adil
a. terciptanya rasa aman dan tentram
b. membentuk pribadi yang melaksanakan kewajiban dengan baik
c. menciptakan kerukunan dan kedamaian
d. keadilan adalah dambaan setiap orang.

Tidak ada komentar: