ولقد ذرأنا لجهنم كثيرا من الجن والإنس لهم قلوب لا يفقهون بها ولهم أعين لا يبصرون بها ولهم آذان لا يسمعون بها أولئك كالأنعام بل هم أضل أولئك هم الغافلون

Rabu, 19 April 2017

Bab X



INDAHNYA ASMAUL HUSNA

1. Lafal dan Arti Asmaul Husna
Asma’ artinya nama, dan husna artinya lebih baik (bentuk superlatif). Jadi, nama-nama  Allah itu adalah nama yang paling baik dan sempurna; sedikitpun tidak ada kekurangannya.

2.  Mengkaji 10 Asmaul Husna
a.  al-Karim artinya Yang Maha Mulia.  Allah adalah Dzat Yang Maha sempurna dengan kemulian-Nya. Dia terbebas dari perbuatan negatif dari makhluk-makhluk-Nya. Karena perbuatan negatif makhluk sama sekali tidak akan mempengaruhi dan mengurangi kemuliaan Allah Swt.
b.  al-Mu’min, artinya Yang Maha Memberi Keamanan. Allah Swt. Adalah satu-satunya dzat yang menjadi sumber rasa aman dan keamanan. Mukmin yang sejadi adalah mukmin yang mengharap keamanan dari Allah Swt.
c.  al-Wakil, berarti Yang Maha Mewakili. Dialah wakil yang mutlak. Dialah yang mengurusi segala sesuatu yang menjadi urusan hambaNya. Disamping itu Dia juga menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh umat manusia. Hanya  Allah yang dapat memudahkan makhlukNya dari kesusahan yang dihadapi hambaNya.
d.   al-Matin, berarti Yang Maha Kokoh.  Allah adalah dzat yang mempunyai kekuatan yang sempurna. Kekuatan-Nya terbebas dari kelemahan. KekuatanNya yang kokoh tidak bisa digoyahkan oleh perbuatan makhluk-Nya. Kekuatan-Nya berdiri sendiri dan tiada yang membantu dalam kekuatan.
e.   al-Jami‘, berarti Yang Maha Mengumpulkan. Allah Swt.. adalah dzat yang menghimpun manusia pada hari kiamat kelak.  Allah pula yang mengumpulkan bagian-bagian tubuh manusia yang berserakan, lalu
dibangkitkan kembali dari alam kubur.
f.  al-‘Adl, berarti adil. Maksudnya, Allah Swt.. adalah dzat yang maha adil. Keadilan Allah Swt.. terhadap makhluk-Nya meliputi segala hal, baik yang menyangkut urusan keduniaan maupun urusan akhirat.
g.   an-Nafi’ berarti Pemberi Manfaat  Allah Swt.. telah menciptakan manusia sebagai makhluk-Nya yang paling baik dan semopurna serta telah memberikan karunia yang membuat manusia menjadi makhluk yang unggul di antara makhluk yang lain.
h.   Al-Baasith, adalah nama  Allah yang menyertai bahkan tak terpisahkan dengan nama sebelumnya, yaitu Al-Qaabidh. Jika Al-Qaabidh bermakna menyempitkan, maka Al-Baasith berarti sebaliknya, Maha Melapangkan. Kata al-Bwsih sendiri berasal dari ba-sa-tha yang berarti keterhamparan, kemudian dikembangkan menjadi “memperluas” atau ”melapangkan”.
i.   al-hafrz   Yang Maha Memelihara, tiada tuhan melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Allah mengurus semua makhluk-Nya hingga Dia tidak pernah mengantuk maupun tertidur.
j. al-akhir berarti yang Maha Akhir. Allah Swt.. adalah Dzat Yang Maha Akhir (kekal). Akhir bagi  Allah tidak ada ujung dan tanpa batas. Setelah semua makhluk musnah, Allah Swt.. akan tetap ada dan tidak akan mengalami kemusnahan.

Tidak ada komentar: