ولقد ذرأنا لجهنم كثيرا من الجن والإنس لهم قلوب لا يفقهون بها ولهم أعين لا يبصرون بها ولهم آذان لا يسمعون بها أولئك كالأنعام بل هم أضل أولئك هم الغافلون

Rabu, 19 April 2017

Bab XIV



KISAH TELADAN

1. Pengertian Ulul Azmi

Ulu Azmi adalah gelar yang diberikan kepada para rasul yang memiliki kedudukan tinggi/ istimewa karena ketabahan dan kesabaran yang luar biasa, dalam menyebarkan agama



2. Sifat-sifat Ulul Azmi

a. Memiliki kesabaran yang tinggi ketika berdakwah

b.  Senantiasa mohon kepada  Allah agar tidak menurunkan azab kepada kaumnya

c.  Senantiasa berdoa agar  Allah memberi hidayah kepada kaum mereka

d.  Memiliki keazaman (semangat yang kuat dan kokoh)  yang tinggi semasa berdakwah



3. Rasul-rasul Ulul Azmi

a. Nabi Nuh a.s.

Nabi Nuh as. termasuk Rasul ulul azmi di antaranya karena kesabarannya dalam berdakwah dan mendapat hinaan dari kaumnya. Nabi Nuh tidak mengenal menyerah terus menerus mendakwahi keluarga, kerabat dan

masyarakat umum, untuk kembali kepada jalan yang lurus.

b. Nabi Ibrahim a.s.

Nabi Ibrahim a.s. termasuk rasul ulul azmi di antaranya karena kepatuhan dan kesabaran serta keteguhannya dalam berdakwah.  Ia harus berhadapan dengan raja dan masyarakat penyembah berhala termasuk orang-orang terdekatnya. Bahkan ia harus menerima siksaan yang maha pedih, yaitu dibakar dan diusir dari kampung halamannya.

c. Nabi Musa a.s.

Nabi Musa juga termasuk rasul ulul azmi. Beliau sabar dalam menghadapi dan mendakwahi Fir’aun dan pengikutnya. Selain itu, beliau mampu bersabar dalam memimpin kaumnya yang sangat pembangkang. Bagaimana tidak, ketika beliau akan menerima wahyu di Bukit Sinai, pengikutnya yang dipimpin Samiri menyeleweng dengan menyembah patung anak sapi.

d. Nabi Isa a.s.

Banyak hal yang menunjukkan bahwa Isa memiliki kesabaran dan keteguhan dalam menyampaikan ajaran  Allah. Terutama, ketika Isa sabar menerima cobaan sebagai seorang yang miskin, pengkhianatan hendak diusir dan dibunuh oleh kaum Bani Israil. Kehidupan Isa menggambarkan kezuhudan dan ketaatan dalam beribadah.

e. Nabi Muhammad saw.

Nabi Muhammad saw. sejak dari kecil sampai ewasa mengalami masamasa sulit. Pada usia 6 tahun beliau sudah menjadi yatim piatu. Setelah dewasa beliau harus membantu meringankan beban paman yang merawat
beliau. Namun yang paling berat tantangan yang dihadapi adalah setelah diangkatnya beliau menjadi rasul. Penentangan bukan saja dari orang lain, tetapi juga dari Abu Lahab, pamannya. Beliau juga harus ikut menderita tatkala Bani Hasyim diboikot (diasingkan) di sebuah lembah gara-gara dakwah beliau.

Bab XIII



AYO KITA JENGUK
SAUDARA KITA YANG SAKIT

1. Adab Menjenguk Orang Sakit
1. Memberi salam sambil mengulurkan tangan dengan ramah dan lemah lembut dengan maksud menengok dan ikut serta mendoakan yang sakit, karena salam pada hakikatnya adalah do’a.
2. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kecil kepada penderita, misalnya:
a. bagaimana keadaan sakitnya ? sudah banyak kemajuan ?
b. apa yang dikeluhkan (apa sakitnya) ?
c. sudah berapa lama menderita atau dirawat ?
3. Memberi bimbingan keagamaan atau nasehat kepada si penderita antara lain:
a. Sakit ini adalah cobaan atau ujian dari Allah Swt. sehingga harus
kita terima dengan rida, ikhlas serta dihadapi dengan sabar dan tabah Insya Allah akan sembuh.
b. Selain berobat kepada dokter jangan lupa berdo’a kepada Allah
Swt., terutama setiap minum obat, jangan lupa membaca do’a dan basmalah.
c. Salat lima waktu jangan ditinggalkan kerjakan menurut kemampuan yang ada
d. Perbanyak dzikir dan beristighfar kepada Allah Swt.
e. Janganlah jengkel, jangan kesal, jangan buruk sangka kepada  Allah, usahakan untuk senantiasa taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Dan sangat baik jika bisa banyak membaca ayat-ayat al-Qur’an atau menyebut asmaul husna.

2.  Hikmah Sakit
Hidup manusia akan terganggu, namun apabila  Allah menghendaki manusia untuk sakit, maka tak seorangpun yang dapat menolaknya. Adapun hikmah dari sakit antara lain:
1. Memupuk jiwa sabar dan tawakkal
2. Menguatkan atau memperkokoh iman seseorang
3. Merasakan dan menyadari betapa nikmatnya anugerah sehat
4. Memperoleh pahala yang berlipat ganda
5. Allah akan mengurangi atau mengampuni dosa si sakit

Bab XII



MENGHINDARI AKHLAK TERCELA

1. Licik
a.  Pengertian Licik
Licik merupakan salah satu sifat negatif yang sangat memabahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain.  Licik berarti banyak akal yang buruk, pandai menipu; culas; curang; dan licin;
b.  Ciri-Ciri Orang Licik
1) Tidak suka melihat orang lain bahagia.
2) Bahagia melihat orang lain menderita.
3) Berpikir untuk mencelakakan orang lain.
4)   Ingin Serba Jalan Pintas.
5)   Pandai menipu, untuk memuluskan siasatnya yang licin

2.  Tamak dan Serakah
a.   Pengertian
Menurut istilah tamak adalah cinta kepada  dunia (harta) terlalu berlebihan tanpa memperhatikan hukum haram yang mengakibatkan adanya dosa besar. Karena ketidakpuasannya itu, segala cara pun ditempuh
b.   Ciri-Ciri Tamak
1)  Tidak mensyukuri nikmat yang telah dimiliki
2)  Selalu merasa kurang padahal ia telah banyak mendapat nikmat
3)  Ingin memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain
4)  Tuulul amal, panjang angan-angan yaitu suka menghayal dan tidak Realistis
5)  Kikir, ia tidak mau hartanya berkurang sedikitpun
6)  Kurang menghargai pemberian orang lain jika tidak sesuai keinginan
7)  Terlalu mencintai harta yang dimiliki.
8)   Terlalu semangat mencari harta tanpa memperhatikan waktu dan kondisi tubuh.
9)  Semua perbuatannya selalu bertendensi pada materi

3. Zalim (Aniaya)
a.   Pengertian Aniaya
Menurut bahasa kata aniaya sama dengan kata zalim yang artinya sewenang-wenang atau tidak adil
b.   Contoh Perilaku Aniaya
1) Aniaya (zalim) terhadap diri sendiri.
Zalim terhadap sendiri misalnya; sering melakukan perbuatan dosa, berzina, meminum-minuman keras, malas belajar, meninggalkan solat, dan sebagainya.
2) Aniaya (zalim) terhadap orang lain.
Zalim terhadap orang lain misalnya; merusak lingkungan, mengganggu ketenangan orang lain, mengambil harta secara batil (merampok, mencurui, menipu) dan sebagainya.
3) Aniaya (zalim) terhadap Allah Swt.. Zalim terhadap Allah Swt.
misalnya; kufur, syirik (menyekutukan  Allah), ingkar dan sebagainya.

4.  Diskriminasi
a. Pengertian
Diskriminasi berarti pembedaan perlakuan terhadap sesama berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, status sosial dan lain-lain. Seseorang yang melakukan perbuatan diskriminasi berarti memiliki sikap diskriminatif.
b. Bahaya Diskriminasi
Sikap diskriminatif sangat dilarang oleh  Allah. Sebab perbedaan sosial, suku, golongan dan sebagainya merupakan karunia Allah Swt. dan kita tidak boleh memperlakukan perbedaan dengan bersikap diskriminatif,
karena akan berakibat negatif kepada manusia baik secara pribadi, keluarga dan masyarakat